Sabtu, 12 Februari 2011

Inilah Tradisi Unik Kencan di Lima Negara !

Setiap negara di seluruh dunia memiliki adat istiadat berbeda-beda. Begitu juga dengan kebiasaan orang-orangnya dalam hal mencari teman kencan.

Hal itu hendaknya menjadi perhatian bagi Anda yang mendambakan pasangan dari negara lain. Untuk menambah wawasan, tips-tips ini akan berguna bila Anda berkencan dengan ekspatriat, dikutip dari Datingtips.


Jepang
Sebagian pria Jepang cenderung suka mengumbar gaji. Lingkungan kerja di Jepang sangat berbeda dari Amerika Serikat.

Itulah sebabnya mengapa sebagian pria Jepang cenderung untuk memberitahu teman kencan saat kencan pertama soal berapa banyak penghasilan mereka. Ini merupakan cara mereka untuk mengatakan bahwa mereka bisa diandalkan sebagai kekasih.

Pria Jepang umumnya tidak pernah terlambat untuk berkencan, karena ketepatan waktu sangat dihormati di negeri ini.

Australia
Wanita di negara ini bisa sangat agresif. Wanita Australia tidak takut untuk mengajak pria yang disukainya berkencan, bahkan rela membayar untuk itu.

Sementara itu, kaum pria asal Australia tidak memiliki masalah bila mengajak wanita yang disukainya untuk berkencan, hanya melalui pesan teks. Hal ini mencerminkan lingkungan negara ini santai dan spontan.

China
Umumnya, pria dan wanita asal negara China akan tinggal bersama orangtua sampai mereka menikah (kecuali, mereka bekerja di provinsi lain). Jadi, jika berkencan dengan mereka, Anda sekaligus akan sering-sering mengunjungi orangtuanya.

Timur Tengah
Ingat, Tengah Tengah itu negara yang berwawasan Islam. Wanita lajang akan sangat menjaga keperawanannya. Jadi, Anda harus tetap menahan diri untuk tidak terlalu jauh bila berkencan dengannya.

Wanita Timur Tengah tidak boleh melakukan hubungan seks sebelum menikah. Sementara itu, segala jenis kasih sayang, termasuk mencium atau memegang tangan, juga dilarang dipraktikkan sebelum menikah.

Prancis
Waspadalah dengan siapa Anda mencium. Soalnya, begitu Anda mencium seorang pria Prancis di bibirnya, itu bisa diartikan Anda ingin sekali menjadi kekasihnya. Jadi, jika Anda belum yakin sebaiknya jalani hubungan secara perlahan.@Vivanews

Kamis, 03 Februari 2011

Ini Dia Dampak Keseringan Masturbasi atau Onani

Banyak pria melakukan masturbasi, bahkan ada yang hingga kecanduan sampai-sampai jadi gelisah jika sehari saja tidak melakukannya. Hati-hati jangan berlebihan, sebab masturbasi juga punya efek samping jika terlalu sering dilakukan.

Tidak ada batasan yang pasti tentang seberapa sering pria boleh masturbasi. Meski dipengaruhi banyak faktor termasuk usia, ada beberapa pendapat yang menyebut frekuensi ideal untuk ejakulasi adalah 2-3 kali seminggu baik melalui masturbasi maupun hubungan seks yang sesungguhnya.

Dikutip dari AskMen, Rabu (2/2/2011), masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya adalah produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin, dopamin dan serotonin.

Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut:

1. Impotensi
Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

2. Kebocoran katup air mani
Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

3. Kebotakan
Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

4. Nyeri punggung dan selangkangan
Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

5. Rasa letih sepanjang hari
Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

Sementara menurut pakar seks Dr Andri Wanananda MS, masturbasi relatif normal bila dilakukan tidak sampai mengggangu kegiatan produktif sehari-hari.

Diakuinya memang ada dampak masturbasi yang keseringan yakni terjadi ejakulasi dini saat sanggama dengan pasangannya.

"Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini," tutur Dr Andri dalam konsultasi kesehatan.